
Putusan Pengadilan Turki: Jayden Oosterwolde dan Lima Anggota Fenerbahce Dijatuhi Hukuman Percobaan
ISTANBUL – Pengadilan Turki secara resmi menjatuhkan vonis kepada sejumlah personel klub raksasa Fenerbahce terkait insiden keributan besar dalam laga melawan Galatasaray pada 19 Mei 2024 lalu. Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Jayden Oosterwolde, pemain yang santer dikabarkan menjadi calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
Oosterwolde bersama rekannya, Mert Hakan YandaÅŸ, dijatuhi hukuman penjara percobaan selama 16 bulan. Keduanya dinyatakan bersalah atas keterlibatan mereka dalam aksi penyerangan terhadap ofisial tim rival di tengah tensi tinggi Derby Istanbul.
Total Enam Orang Terjerat Hukum Berdasarkan putusan pengadilan yang dirilis pada hari Kamis, sanksi hukum ini tidak hanya menyasar para pemain. Tercatat ada empat orang lainnya yang juga dijatuhi hukuman serupa, yakni 1 tahun, 4 bulan, dan 11 hari penjara dengan status percobaan.
Keempat orang tersebut mencakup elemen penting dalam internal klub, yaitu:
- Ertuğrul Karanlık (Dokter klub Fenerbahce)
- Hulusi Belgü (Mantan eksekutif klub)
- Emre Kartal (Putra dari pelatih İsmail Kartal)
- Serta satu staf lainnya.
Status Hukuman Percobaan Meskipun vonis penjara telah diketok palu, status “percobaan” berarti para terpidana tidak perlu menjalani masa tahanan fisik di penjara, asalkan mereka tidak melakukan tindak pidana serupa dalam kurun waktu yang telah ditentukan oleh hukum Turki.
Dampak Bagi Karier Oosterwolde Kasus ini menarik perhatian besar di Indonesia, mengingat profil Oosterwolde yang masuk dalam radar pemain keturunan untuk memperkuat skuad Garuda. Meski secara hukum statusnya adalah hukuman percobaan, catatan ini menjadi sorotan serius terkait kedisiplinan pemain di luar dan di dalam lapangan.
Pihak Fenerbahce sejauh ini masih mengevaluasi putusan tersebut, sementara otoritas sepak bola Turki terus berupaya menekan angka kekerasan dalam laga-laga high-stakes seperti Derby Istanbul yang kerap kali berakhir dengan kericuhan.